Beberapa Area yang Berperan Penting sebagai Paru Paru Dunia

Pernahkah anda merasakan bagaimana suhu di sekitar anda menjadi tidak bersahabat? Atau pasti anda juga merasa bagaimana sulitnya menebak cuaca yang terjadi karena perubahannya yang kian hari menjadi semakin tidak menentu? Harus diakui jika ini semua dipengaruhi oleh adanya perilaku manusia yang kurang bersahabat terhadap alam, sudah waktunya bagi kita untuk merubah kebiasaan buruk yang dapat mengancam eksistensi alam kita, salah satunya dengan menjaga kelestarian lingkungan yang ada di sekitar kita seperti melestarikan cagar alam yang menjadi paru – paru dunia. Inilah wilayah yang berperan sebagai paru-paru dunia yang wajib anda tahu.

Beberapa Wilayah dunia yang berperan sebagai Paru Paru Dunia

  1. Hutan Amazon

hutan amazon

Anda mungkin tidak akan pernah membayangkan seberapa besar hutan amazon, ya memang ini sangatlah besar karena setidaknya hutan amazon memiliki besar seluas 40% dari benua amerika, tepatnya di amerika selatan, ini sangatlah besar untuk sekedar mengitarinya dengan berjalan kaki. Tidak hanya itu saja, hutan amazon juiga sekaligus menjadi tempat tinggal bagi banyak ekosistem baik flora dan fauna yang sangat beragam, tercatat ada lebih dari 50 juta spesies yang bisa dijumpai di hutan amazon ini. sementara itu, hutan amazon juga memiliki beberapa jenis, mulai dari savana, hutan hujan, hingga hutan musim.

  1. Taman Nasional Kinabalu

taman nasional kinabalu

Berada di malaysia, hutan yang terletak di gunung kinabalu ini merupakan surga bagi flora dan fauna. Ada sekitar 4500an jenis tumbuhan, 290 jenis kupu – kupu, serta 289 jenis burung yang hidup damai saling berdampingan di taman nasional kinabalu ini. keindahan dan kelestarian yang tetap terjaga inilah yang telah membuat taman nasional hutan kinabalu menjadi salah satu destinasi favorit yang wajib dituju ketika para wisatawan hadir di malaysia.

  1. Taman Nasional Sapo

taman nasional sapo

Secara ukuran, taman nasional yang satu ini memang terbilang sangat besar dan memiliki keunikannya sendiri. hutan yang terletak di negera liberia ini masih bisa dikatakan sebagai hutan yang masih perawan, pasalnya belum seluruh bagian hutannya terjamah oleh manusia, tentunya ini dikarenakan luasnya yang sangat besar dan karakter hutannya yang lembab. Selain itu, keunikan lainnya juga bisa dilihat dari spesiesnya yang munghkin cukup aneh, contohnya seperti mikroorganisme pemakan daging, hal inilah yang juga menjadi salah satu penyebab mengapa taman nasional sapo tidak disarankan untuk menjadi tujuan wisata. Namun anda tetap bisa mengunjunginya dengan pendampingan khusus oleh tim penjaga di sana, tentunya setelah anda melapor terlebih dahulu jika ingin masuk ke area taman nasional sapo.

  1. Hutan Alaska

hutan alaska

Masih berada di benua amerika, tepatnya di amerika utara, hutan alaskan memiliki keunikannya sendiri dibandingkan hutan lainnya. suhu di sini terasa sangat sejuk, jenis floranya juga cukup unik mulai dari pohon cemara beracun (hemlock), buntga liar, pohon cedar, serta berbagai jenis tumbuhan beri yang bisa ditemukan di sini.

Pentingnya menjaga dan memastikan kelangsungan wilayah paru paru dunia

Beberapa area di atas sangat penting untuk kelangsungan hidup seluruh dunia. Karena sebagai pensuplai oksigen yang besar, maka kita di seluruh penjuru dunia bisa mendapatkan oksigen dengan layak. Nah, tugas kita sebagai manusia tentu saja untuk menjaga beberapa tempat tersebut supaya tidak rusak oleh tangan manusia sendiri. Karena tidak jarang kita sendirilah yang menjadi perusak dari hal penting yang menjaga bumi kita ini. Semoga beberapa informasi ini bisa berguna untuk teman teman sekalian, sehingga kita bisa menjadi lebih sadar akan lingkungan sekitar kita karena masa depan dan juga kelangsungan hidup bumi dan diri kita berada di tangan kita sendiri sebagai manusia.

 

Perburuan Liar Menjadikan 5 Hewan Langka Ini Belum Sempat Kita Lihat Wujudnya

Dunia mengakui kekayaan hewani di bumi nusantara ini baik dari segi keindahan dan keberagamannya. Namun sayang sekali, hewan-hewan cantik tersebut justru punah. Perburuan tanpa henti, pembabatan hutan dan pengalihan fungsi hutan disebut-sebut menjadi penyebab utama hilangnya populasi ini. Baru-baru ini, kita harus kehilangan lagi sejumlah hewan mengagumkan selama-lamanya dan kita tidak mungkin lagi melakukan pembiakan. Padahal pemerintah sudah berusaha maksimal melindungi fauna ini.

Kura-kura Leher Ular

kura kura leher ular

31 Januari 2018 lalu, binatang asli Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini dikonfirmasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) telah punah. Padahal sejak tahun 2011 lalu, pemerintah sudah berupaya mengembangkan 50 ekor kura-kura di kabupaten ini yang notabene adalah habitat aslinya.

Kura-kura leher ular merupakan jenis kura-kura kecil yang memiliki leher dan kepala seperti ular. Ukurannya pun juga kecil dan mirip seperti ular. Hanya saja, kura-kura jenis ini memiliki tempurung.

Menurut badan konservasi setempat, punahnya kura-kura leher ular diakibatkan perburuan dan penyelundupan. Belum lagi habitat aslinya bukanlah wilayah konservasi sehingga pengawasannya sangat sulit dilakukan.

Tikus Hidung Panjang Flores

tikus hidung panjang flores

Tikus hidung panjang merupakan hewan pengerat asli Pulau Flores. Dulunya, penggalian pertama dilakukan oleh H.R van Heekeren di tahun 1954 dan dikelompokkan sebagai satu-satunya genus Paulamys.  Binatang ini sempat ditemukan hidup di tahun 1991 di gunung Ranakah dengan ketinggian 1.000 – 2.000. Saat itu, hewan ini sudah dinyatakan dalam kondisi kritis karena kehilangan habitat aslinya. Akhirnya di tahun 1996, IUCN dinyatakan telah punah.

Harimau Jawa

harimau jawa

Sayangnya generasi 90-an hingga sekarang tidak lagi bisa menyaksikan Harimau Jawa karena binatang langka ini sudah dinyatakan punah sejak 1980-an. Kerusakan hutan dan perburuan besar-besaran di abad ke-20 disinyalir menjadi penyebab utama hilangnya populasi ini. Bahkan, sejak era pemerintahan Hindia Belanda pun perlindungan terhadap binatang ini sudah dilakukan. Namun, populasinya terus saja menurun.

Di tahun 1950-an, populasi Harimau Jawa tercatat tinggal 25 ekor saja. Lalu tahun 1979 cuma tersisa 3 ekor dan akhirnya dinyatakan punah.

Kalau dibandingkan dengan jenis harimau Asia, ukuran Harimau Jawa jauh lebih kecil dengan berat sekitar 100-140 kg (jantan) dan 75-115 kg (betina).

Kuau Bergaris Ganda

kuau bergaris ganda

Kuau merupakan unggas yang masih dalam family arguasianus. Binatang ini asli milik Indonesia dan terdiri dari dua jenis; Kuau Raja dan Kuau Bergaris Ganda. Sayangnya, sudah sejak tahun 1871 lalu, IUCN  memastikan Kuau Bergaris Ganda sudah punah.

Keindahan burung ini terletak pada tubuhnya dengan berat rata-rata 11,5 kg dan panjang 2 meter. Burung ini berwarna kecoklatan dengan corak bundaran di sekitar badannya. Dibagian leher Kuau jantan berwarna kebiruan. Sementara betina memiliki jambul di bagian belakang. Yang menarik, ketika burung ini bersuara, suaranya masih terdengar bahkan dengan jarak 1 mil.

Harimau Bali

harimau bali

Harimau Bali merupakan satu dari dua spesies lain yang punah; Harimau Jawa dan Harimau Sumatera. Harimau ini memiliki ukuran yang kecil dengan motif loreng yang lebih terang dari spesies lainnya. Karena keunikannya ini, Harimau Bali diburu besar-besaran. Status punah Harimau Bali sudah di konfirmasi sejak 27 September 1937.

Nah, itulah sejumlah satwa langka yang dilindungi dan akhirnya punah. Dengan kondisi lingkungan seperti sekarang, sudah saatnya kita menjaga lingkungan dan menghentikan perburuan liar agar ekosistem terjaga.

Artikel ini dipersembahkan untuk dunia fauna dan lingkungan hidup indonesia, hasil kerjasama antara natural-rights.org dan mahabet.org.