Perburuan Liar Menjadikan 5 Hewan Langka Ini Belum Sempat Kita Lihat Wujudnya

Dunia mengakui kekayaan hewani di bumi nusantara ini baik dari segi keindahan dan keberagamannya. Namun sayang sekali, hewan-hewan cantik tersebut justru punah. Perburuan tanpa henti, pembabatan hutan dan pengalihan fungsi hutan disebut-sebut menjadi penyebab utama hilangnya populasi ini. Baru-baru ini, kita harus kehilangan lagi sejumlah hewan mengagumkan selama-lamanya dan kita tidak mungkin lagi melakukan pembiakan. Padahal pemerintah sudah berusaha maksimal melindungi fauna ini.

Kura-kura Leher Ular

kura kura leher ular

31 Januari 2018 lalu, binatang asli Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini dikonfirmasi oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) telah punah. Padahal sejak tahun 2011 lalu, pemerintah sudah berupaya mengembangkan 50 ekor kura-kura di kabupaten ini yang notabene adalah habitat aslinya.

Kura-kura leher ular merupakan jenis kura-kura kecil yang memiliki leher dan kepala seperti ular. Ukurannya pun juga kecil dan mirip seperti ular. Hanya saja, kura-kura jenis ini memiliki tempurung.

Menurut badan konservasi setempat, punahnya kura-kura leher ular diakibatkan perburuan dan penyelundupan. Belum lagi habitat aslinya bukanlah wilayah konservasi sehingga pengawasannya sangat sulit dilakukan.

Tikus Hidung Panjang Flores

tikus hidung panjang flores

Tikus hidung panjang merupakan hewan pengerat asli Pulau Flores. Dulunya, penggalian pertama dilakukan oleh H.R van Heekeren di tahun 1954 dan dikelompokkan sebagai satu-satunya genus Paulamys.  Binatang ini sempat ditemukan hidup di tahun 1991 di gunung Ranakah dengan ketinggian 1.000 Р2.000. Saat itu, hewan ini sudah dinyatakan dalam kondisi kritis karena kehilangan habitat aslinya. Akhirnya di tahun 1996, IUCN dinyatakan telah punah.

Harimau Jawa

harimau jawa

Sayangnya generasi 90-an hingga sekarang tidak lagi bisa menyaksikan Harimau Jawa karena binatang langka ini sudah dinyatakan punah sejak 1980-an. Kerusakan hutan dan perburuan besar-besaran di abad ke-20 disinyalir menjadi penyebab utama hilangnya populasi ini. Bahkan, sejak era pemerintahan Hindia Belanda pun perlindungan terhadap binatang ini sudah dilakukan. Namun, populasinya terus saja menurun.

Di tahun 1950-an, populasi Harimau Jawa tercatat tinggal 25 ekor saja. Lalu tahun 1979 cuma tersisa 3 ekor dan akhirnya dinyatakan punah.

Kalau dibandingkan dengan jenis harimau Asia, ukuran Harimau Jawa jauh lebih kecil dengan berat sekitar 100-140 kg (jantan) dan 75-115 kg (betina).

Kuau Bergaris Ganda

kuau bergaris ganda

Kuau merupakan unggas yang masih dalam family arguasianus. Binatang ini asli milik Indonesia dan terdiri dari dua jenis; Kuau Raja dan Kuau Bergaris Ganda. Sayangnya, sudah sejak tahun 1871 lalu, IUCN  memastikan Kuau Bergaris Ganda sudah punah.

Keindahan burung ini terletak pada tubuhnya dengan berat rata-rata 11,5 kg dan panjang 2 meter. Burung ini berwarna kecoklatan dengan corak bundaran di sekitar badannya. Dibagian leher Kuau jantan berwarna kebiruan. Sementara betina memiliki jambul di bagian belakang. Yang menarik, ketika burung ini bersuara, suaranya masih terdengar bahkan dengan jarak 1 mil.

Harimau Bali

harimau bali

Harimau Bali merupakan satu dari dua spesies lain yang punah; Harimau Jawa dan Harimau Sumatera. Harimau ini memiliki ukuran yang kecil dengan motif loreng yang lebih terang dari spesies lainnya. Karena keunikannya ini, Harimau Bali diburu besar-besaran. Status punah Harimau Bali sudah di konfirmasi sejak 27 September 1937.

Nah, itulah sejumlah satwa langka yang dilindungi dan akhirnya punah. Dengan kondisi lingkungan seperti sekarang, sudah saatnya kita menjaga lingkungan dan menghentikan perburuan liar agar ekosistem terjaga.

Artikel ini dipersembahkan untuk dunia fauna dan lingkungan hidup indonesia, hasil kerjasama antara natural-rights.org dan situs judi bola.